Sport

Bosnia vs Qatar Berebut Hidup-Mati di Grup B Piala Dunia 2026

Berdasarkan catatan-catatan yang sedikit lebih baik itu, Bosnia lebih berkesempatan mendampingi Kanada dan Swiss sebagai wakil-wakil Grup B ke fase knockout.

Jakarta (KABARIN) - Dua tim yang sama-sama mengandalkan garis pertahanan rendah (low block), Bosnia dan Qatar, akan menjalani laga penentuan nasib pada Piala Dunia 2026 di Seattle Stadium, Washington, Amerika Serikat, Kamis (24/6) pukul 02.00 WIB.

Pertandingan ini menjadi duel hidup-mati setelah kedua tim hanya mengoleksi satu poin dari dua laga awal Grup B.

Baik Bosnia maupun Qatar masing-masing mencatat satu kali imbang dan satu kali kekalahan. Situasi tersebut membuat keduanya wajib meraih kemenangan jika ingin menjaga peluang lolos ke fase knockout.

Hasil imbang akan otomatis menutup jalan mereka menuju babak 32 besar, kecuali jika skenario peringkat ketiga terbaik masih berpihak pada grup ini.

Dari dua pertandingan sebelumnya, Bosnia menunjukkan performa yang relatif lebih stabil meski sempat kalah 1-4 dari Swiss. Sementara Qatar justru mengalami kekalahan telak 0-6 dari Kanada pada laga terakhir.

Secara statistik, Bosnia juga unggul dalam penguasaan bola dengan rata-rata 38 persen, dibanding Qatar yang hanya 27,5 persen. Bosnia juga lebih aktif dalam membangun serangan dengan rata-rata 32,5 kali masuk ke sepertiga akhir pertahanan lawan, sementara Qatar hanya 15,5 kali.

Perbedaan juga terlihat pada jumlah peluang yang diciptakan. Bosnia menghasilkan 13 peluang, termasuk enam peluang emas, sedangkan Qatar hanya delapan peluang dengan tiga tepat sasaran. Bahkan dalam laga melawan Kanada, Qatar hanya mencatat dua peluang tanpa satu pun mengarah ke gawang.

Meski sama-sama bermain dengan pendekatan bertahan, Bosnia dinilai lebih agresif dalam transisi. Sejumlah pemain seperti Jovo Lovic, Sead Kolasinac, Ermedin Demirovic, dan Esmir Bajraktarevic menjadi motor serangan, sementara Benjamin Tahirovic tampil sebagai gelandang dengan pressing tertinggi.

Pelatih Bosnia, Sergej Barbarez, diperkirakan tetap mengandalkan formasi diamond 4-4-2 yang selama ini memberi keseimbangan antara pertahanan dan serangan balik.

Di sisi lain, Qatar di bawah Julen Lopetegui masih mengandalkan skema 4-2-3-1 dengan satu striker yang didukung tiga gelandang serang. Formasi ini sempat cukup efektif saat menahan Swiss, tetapi gagal total saat dihajar Kanada.

Qatar juga berharap pada kreativitas Akram Afif serta ketajaman Yusuf Abdurisag, yang sebelumnya menjadi kunci saat menahan imbang Swiss 1-1.

Meski Bosnia lebih diunggulkan berdasarkan performa dua laga sebelumnya, faktor pengalaman, momentum, dan keberuntungan tetap bisa menjadi penentu dalam laga krusial ini.

Pertandingan ini dipastikan berlangsung ketat karena kedua tim sama-sama tidak memiliki ruang untuk hasil selain kemenangan.

Copyright © KABARIN 2026
TAG: